Backpacker’s Bag Inside

Untuk perjalanan 9 hari di lima kota di tiga negara  , berikut hal-hal yang saya bawa :

[x] Deuter Gigant Daypack
[x] Unbranded daypack
Yang Deuter beli pas promo, dan gak nyesel beli tas ini. Beberapa kali kubawa jalan, dan tas-nya cukup gedhe untuk bawa barang-barang kebutuhan beberapa hari. Bahkan, daypack satunya selalu masuk tas gedhe ketika pindah kota. Walaupun emang tas-nya aja udah cukup berat 😦 Kenapa bawa daypack? Karena males ngeribetin tangan dan punyanya cuma itu. Hah.
Paperwork
– [x] Paspor >> wajib ain
– [x] Copy Paspor >> to prepare for the worst
– [x] KTP & SIM
– [x] Credit card & copy >> bawa CIMB Niaga
– [x] Debit Card & copy >> bawa Mandiri sama CIMB Niaga

Kalau jalan di Asia Tenggara, apalagi Malaysia atau Thailand, disaranin banget bawa kartu CIMB Niaga, jadi gak perlu ‘tukar currency‘ di Indonesia. Rate-nya pun bagus banget.

Saya mau jujur nih, saya orangnya agak teledor, daftar yang dibuat di sini, ya daftar barang yang memang mau dibawa waktu travelling kemarin. Sengaja buat  checklist kayak gini supaya gak ada yang terlewat. Dan berhasil sih. Karena barang-barang pribadi, maka ada merek-merek yang tertera, gak apa-apa ya, aing males mau hapus.
Toiletries
– [x] Facewash Hada Labo >> buat cuci muka, iyalah
– [x] Toot brush
– [x] Small toothpaste
– [x] Sunscreen
– [x] Maybelline Powder
– [x] Eyebrow pencil
– [x] Eyeliner
– [x] Perfume (small bottle) >> walau gak sempat mandi, tetap harus wangi 😀
– [x] Hand body lotion (vaseline with SPF)
– [x] Wet tissue
– [x] Tissue
– [x] Hand sanitizer

Menurut pengalaman, untuk sabun mandi harusnya gak perlu bawa sih, sudah tersedia di hostel atau guest house.Yang perlu dibawa itu shampo, saya kemarin gak bawa, jadi cuci rambut pakai sabun buat mandi. Sampai rumah, rambut jadi kering banget 😦 Semua toiletries, kecuali tisu, dimasukin ke satu tas kecil.
Electronic
– [x] Power strip >> kabel roll, harus bawa ini kalau merasa bawa gadget berjumlah lumayan
– [x] Universal adapter >> for the sake bisa nyolok dimanapun kapan pun, kemarin saya belinya di ACE Hardware sih, kusaranin beli di Lazada aja, lebih murah
– [x] Macbook >> buat kerja, he he he 😦
– [x] Mag safe
– [x] Phone
– [x] Phone charger
– [x] Earphone
– [x] Power bank
– [x] Camera
– [x] USB cables

Semua perkabelan ini, dijadiin satu dalam mini bag, ya kecuali laptop sih.

 
Gear
– [x] Plastic bag >> buat jaga-jaga aja, kalau tiba-tiba butuh
– [x] Water bottle >> biasanya hostel minimal ngasih free flow air putih, jadi manfaatkanlah, lumayan buat irit
– [x] Travel towel >> bentuknya kayak kanebo, tapi secara ukuran lebih lebar dikit, menolong sih daripada bawa handuk tebal, kubeli di tokopedia
– [x] Padlock >> sebagai pejalan yang mandiri, tas tak boleh tidak aman jika memang harus ditinggal
– [x] Masker
– [x] Spotify’s playlist >> INI PENTING BANGET 😀
– [x] Fresh care / geliga
– [x] Antimo
– [x] Pain killer
– [x] Ibuprofen
– [x] candies
– [x] Book
– [x] Salonpas
– [x] Rain coat

Kemarin gak bawa rain coat, karena gak sempat beli. Tapi, terus beli payung diskonan di Hat Yai. Lumayan. Obat-obatan dijadiin satu wadah ya, biar gampang nyarinya kalau butuh. Saya bawa antimo karena saya tahu saya orangnya agak susah tidur di tempat baru, padahal besoknya harus tetap lanjut jalan. Jadi, antimo ini membantu banget sih. Kusaranin bawa salonpas dan freshcare (balsem) deh, jangan salah satu. Abis jalan seharian, mandi air hangat, gosok freshcare (balsem) ke badan, pasang salonpas di betis dan bahu, udahlah heaven banget itu.
Clothes
Outerwear
– [x] 1 Jeans jacket >> jangan mengulang kesalahan saya, pake jeans di suhu dingin malah tambah dingin 😦
Tops
– [x] Long sleeve t-shirts
– [x] short sleeve T-shirts
– [x] Shirts
Bottoms
– [x] 1 Jeans
– [x] 2 Pants
– [x] 1 Short
Underwear
– [x] Panties
– [x] Bra
Shoes
– [x] 1 Shoes
– [x] 1 Sandal
Accessories
– [x] 1 Necklace
– [x] 1 Watch
– [x] 1 Mi Band
Other
– [x] Saroong >> ini kubawa kain Bali, light tapi lumayan bikin hangat
– [x] Shawls >> ini maksudnya jilbab ya, saya berjilbab

Pakaian yang kubawa ini sudah termasuk yang kupakai ketika berangkat lho. Oiya, underwear sama clothes lain dipisah aja. Biar gampang milihnya, dan gak berceceran. Jangan lupa bawa plastik untuk pakaian kotor ya.

Untuk cara packing pakainnya, aku nyontoh dari video di bawah ini:

Hasil packing-nya gak ada yang kefoto ternyata, kayaknya kemarin cuma masuk ke Insta Stories –”

Btw, Happy packing! 😉

My (delayed) Year-end Vacation

Berencana mengambil sisa cuti di akhir tahun 2016 untuk mengunjungi Indonesia bagian timur (timur Pulau Jawa maksudnya) gagal total, karena hampir setengah isi kantor mengajukan cuti di waktu bersamaan. Tapi, emang rejeki anak (yang kelihatan) solehah, kantor memberi kebijakan, jatah cuti 2016 bisa diambil hingga pertengahan tahun 2017. Hore. Selang beberapa hari kemudian, di minggu pertama bulan Desember 2016, dikasih tahu seorang teman kalau airline merah kebanggaan bangsa sebelahnya Indonesia sedang promo. Hore lagi.

Setelah ubek-ubek website Airasia dan Traveloka, ditemukanlah dua kode booking dengan rute CGK – SIN dan KUL – CGK untuk tanggal 14 Jan 2017 dan 22 Jan 2017, dengan jumlah uang yang harus ditransfer ke Traveloka sejumlah sekita 500 ribu rupiah. Iya, saya booking tiketnya di Traveloka karena lebih gampang aja, dan gak ada admin fee. Ini bukan endorsement ya, cuma review jujur seorang mbak-mbak ber-uang pas-pasan. Tapi, kalau Traveloka mau endorse saya, saya gak pa-pa banget lho. Sape elu jil? Hvft.

Seminggu pertama abis beli tiket semangat banget buat itinerary, blog walking, buka agoda, tripadvisor, dan lain-lain dan sebagainya. Maklumlah, udah punya paspor dari tahun 2012 dan baru dipakai sekali, jadi excited abis. Hasilnya, 1 tempat tidur di Singapura dan Malaka sudah terpesan. Kenapa cuma pesan bed di Singapura dan Malaka? Karena yang fix cuma itu. Hahaha. Gempuran pekerjaan dan kegenggesan diri sendiri, tidak terasa waktu berjalan cepat, gak kayak orang lagi move on. Tibalah waktunya saya berangkat dengan itinerary kasar (cuma tujuan kotanya aja) yang tertulis awalnya.

Jadi, tujuan saya adalah road trip dari  Singapura hingga Hat Yai. Rute perjalanan saya dari Singapura, menuju Malaka melalui Johor Bahru, kemudian dilanjut ke Hat Yai, kembali ke Penang dan Kuala Lumpur sebagai kota terakhir untuk kembali ke Jakarta.screen-shot-2017-02-12-at-9-11-37-pm

PERJALANAN SAYA

  1. Day 1 : Menginap di bandara terbaik di dunia, Changi Airport, Singapura
  2. Day 2: Pulau Sentosa, SEA Aquarium, Chinatown, dan Marina Bay Sands area
  3. Day 3: ArtScience Museum, Menyeberang ke Malaysia dengan Bus, Malaka
  4. Day 4: Jonker street, ditolak restoran, Kota Tua, Mencoba Makanan India (lagi), Chasing Sunset
  5. Day 5: Hat Yai, Keramahan Penduduk dan Turisnya
  6. Day 6: Kereta dari Hat Yai ke Butterworth, The Beautiful Old Georgetown
  7. Day 7: Kek Lok Si Temple, Makanan-makanan Penang
  8. Day 8: Kuala Lumpur dan Oleh-Oleh Murah
  9. Day 9: KLIA 2

WHERE I SLEEP
1. 14 Januari 2017 – Singapore – Changi Airport
2. 15 Januari 2017 – Singapore – Coziee Lodge
3. 16 Januari 2017 – Melaka – Casa Blanca Guest House
4. 17 Januari 2017 – Bus from Melaka to Hat Yai
5. 18 Januari 2017 – Hat Yai – The Aree Hat Yai Hostel
6. 19 Januari 2017 – Penang – Red Inn Heritage Guesthouse
7. 20 Januari 2017 – Bus from Penang to Kuala Lumpur
8. 21 Januari 2017 – Kuala Lumpur – Suzie’s Guesthouse

TRANSPORTATION I TOOK
1. Jakarta – Singapore > Air Asia QZ268
2. Singapore – Johor > CauseWay Link Bus ($3.3 + RM1)
3. Johor – Melaka > CauseWay Link Bus (RM 19)
4. Melaka – Hat Yai > KKKL Bus (RM 81)
5. Hat Yai – Padang Besar – Butterworth > Train (Baht50) – EST (RM 11.40)
6. Butterworth – Penang > Kapal Ferry (RM 2.5)
7. Penang – Kuala Lumpur (RM 38)
8. Kuala Lumpur – Jakarta > Air Asia AK384

 

 

You and Me VS The World, No More.

*writeless*

aMrazing

Kumpulan tweet berhashtag #PecahdiUbud yang gue coba bentuk menjadi satu cerita. Well, it still sucks but hey, at least I update my blog. 😀

We hurt each other even in silent. We don’t need to say the words, our eyes were filled with pain already. Maybe it was love. Maybe it was lust. And maybe what hurt the most was the high expectation. The way we hurt each other just to show how we loved each other was tiring, wasn’t it? Memories fade as time goes by or gone, just like that, with no trace. But we always remember how it hurt. I hurt you. You hurt me more. Then we said goodbye when all we wanted to say was ‘forgive me’. The ego has landed.

I wanted to say ‘please stay’ but the words froze in my brain, leave me wondering: what did we do wrong? Maybe you will never know that… I’m falling endlessly…

View original post 555 more words